Ada setitik kristal perak mengantung
Pada kelopak mataku yang berkerudung mendung
Karena kerinduan yang mendera sepenuh perasaan
Pada serangkai syair yang tersimpan malam
dalam laman hidup ini. kita telah merajut kisah dari awal do'a dan pertemuan kita. cinta telah teranugerahkan. hingga kitapun menyejarah dalam sekian malam, hari, pagi, siang dan senja. segalanya adalah perjamuan kita. dimana air mata telah membasuhnya. semoga bertandan suci kesucian kasih.
Jumat, 23 Maret 2012
Aku dan Kau 6
Kau memberiku cahaya saat nyalaku remang, menjadi lukisan ruang yang terang. Dengan semerbak wangi penuh keindahan, hingga engkau tak padam dalam segala kenangan. Membuatku tak lagi dapat menahan untuk menguntai baitbait kerinduan.
Duhai jiwa yang merebut segala perhatian, segeralah engkau hadir membawa sekuntum senyuman.
Duhai jiwa yang merebut segala perhatian, segeralah engkau hadir membawa sekuntum senyuman.
Aku dan Kau 5
Aku tau yang kudekap saat ini hanya kata -mungkin-
Namun kesungguhanmu dan doadoaku menjadikan aku 'yakin'
Kini biarkan rindu dan cinta ini hening, hingga kita dapat merengkuh bening.
Namun kesungguhanmu dan doadoaku menjadikan aku 'yakin'
Kini biarkan rindu dan cinta ini hening, hingga kita dapat merengkuh bening.
Luka 1
Desember di empat belas ada luka yang masih membekas.
Meski luka itu lupa bagaimana berbicara, namun ia selalu menyapa.
Ini malam yang kesekian, aku masih teringat akan kesedihan yang menjadikanku genangan.
Meski luka itu lupa bagaimana berbicara, namun ia selalu menyapa.
Ini malam yang kesekian, aku masih teringat akan kesedihan yang menjadikanku genangan.
Kau dan Aku 4
Iring yang menggiring rebah itar rasa pada kum kum ibrah tari halusmu, ku kalungkang larik sajak dengan tangkai lengkung alisku yang menintal dengan runduk rukuk di uzlah senja. pajangkan bisik seduh teduh bahasamu, yang mengalimat dengar iring pinta hasrat rayumu pada detak nada nadiku. dan uswahmu merakit tadahku di pangkal jamah usap cahaya yg memancar dari putih matamu. dan kaupun meneguk do'aku. ragaku pun kau selendangkan bersama ruas jemarimu yang menetes zam-zam atas sumber mata air air mata getar kasih di istana pelabuhan putik ijabah cipta.
Kau dan Aku 3
selamat malam kekasih, meski engkau mampu berdiam diri dalam segala tafsirmu, ingin ku raupkan bercik embun yang alirkan dari bening mataku. atas nama kesetian yang ku kibarkan pada setiap kau memajang kedip alismu...hingga akan berziarah pada semesta hatimu yang meneguk pesona janji. pada malam aku nantikan sapa halus rindumu. dan pada waktu aku menanti dekap suci yg sesungguhnya.
----*jika kau belum mampu hijrahkan suaramu pada malam ini, hadirlah dalam mimpiku untuk ku dekap dengan sesungguhnya----
----*jika kau belum mampu hijrahkan suaramu pada malam ini, hadirlah dalam mimpiku untuk ku dekap dengan sesungguhnya----
Kau dan Aku 2
sanjung denting bening hujan, merasup alamku di sanjung hela nafasmu pada titik mataku. kau menyejarah pada simpul tabiat cintaku. hingga baris urat nadimu menembuh skema halu rindu yang ternobat atas nama kaidah kasih kita.
*salam rindu atasmu pada malam ini. hingga malam-malam selanjutnya
*salam rindu atasmu pada malam ini. hingga malam-malam selanjutnya
Kau dan Aku 1
Kini akan ku tegakkan satu utuh tiang niang abdi pada jalar tangkai hatimu, hingga kau akan terus merambat pada rusukku yang kau emban dari skala selaksa hilir alir darahmu, ku usap wajahmu pada ridla tdahku, atas ke mahaan-Nya.
Minggu, 11 Maret 2012
Aku dan Kau 4
Bukan aku hanya sibuk dengan mimpiku tanpamu, hingga aku selalu mengulur-ulur waktu untuk bertemu.
Meski jauh kau dan aku selalu bertemu dalam rindu.
Kita sudah berusaha samasama menjadi yang lebih baik, kini kita pasrahkan segalanya pada Sang Khalik.
Untuk menetapkan saat dan tempat yang tepat buat kita bertemu dan memahat janji suci dalam naungan Ridha Illahi.
Sejujurnya aku ingin cepat pulang, bersabarlah yah Jhody M. Adrowi
Aku dan Kau 3
Perbedaan inilah yang mengajariku untuk selalu menghargai dan memahami.
Kau tau, bukan perbedaan yang menjadi penghalang untuk kita berdua bergandengan menuju masadepan.
Tapi ketidak ikhlasan kita dalam menerima kekurangan, menjadi jarak semakin membentang.
Yang harus kita lakukan sekarang adalah menyesuaikan, dan saling melengkapi kekurangan.
Agar langkah kita tetap berjalan menuju rumah yang sama.
Aku Dan Kau 2
Malam dan hujan temanilah aku, aku ingin bercengkrama dengan kalian walau gigil memeluk tubuhku.
Malam, lihatlah angka satu semakin mendekati dua namun kenapa kusemakin takut semua akan siasia?
Hujan, kenapa aku semakin takut akan ada kesedihan yang menjadikanku genangan?
Apakah sepi ini akan hilang ketika aku pulang mengecupnya dalamdalam.
Aku dan Kau 1
Yah Jhody M. Adrowi, engkaulah cahaya yang mendekapku disaat gelap.
Begitu berartinya pelitamu, ketika ku lihat hitamnya sepi di balik punggung ini.
Berjanjilah tak akan lagi kau sayatkan luka hingga menggarisi jarakmu denganku.
Jika kau ingin menjadikan kau dan aku, satu.
Langganan:
Postingan (Atom)