Selasa, 21 Februari 2012

PADAMU YANG MELANGSAR SAYU RAYU

PADAMU YANG MELANGSAR SAYU RAYU
            Maskawin 27
Dalam diri yang tersandar, ku coba menayangkan se sukur jamahku.  Usapkan hasrat yang mulai tebarkan telisik hati di atas asih asri kenduri bianglala. Hingga kesempurnaan akan teramat jelas antara kabut di ilalang lepas menjelma benih samudra.
Dari pualam pipi hangat yang menuju muara. Aku coba bentangkan sekian eja yang mulai aku bilikkan di dinding yang terapahat huruf-huruf tentang janjimu. Dan biarkan aku memandangnya dari setiap ziarah yang memercik di cahaya mataku. Segenap impian, mulai terlembar pada setiap arahmu di baris kitab kitabku. Dan jamah kita, Terlukis mesra antara cipta dan kehendak di sudut himpitan jejak umpama dengan gengam yang tersimpan di pucuk hati.  Serunai inilah kan gagahi lekang waktu yang terusap antara peta sejarah dan mata hati. Hingga aurora ini adalah dentang atas nama subur nyata yang terlipat dalam kaidah kisah kasih.

Kamar Tafakkur I. 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar