Maskawin 39.
Sesampai salam ku jelmakan rindu, atas kadar arah yang melintang pada setiap kau nyanyikan gurindam do’a-do’a. Mulai ku kais bintik kejora yang membaris di tapak persujudanmu, dan kupungut pada randu rindu yang mengitar garis jemarimu. Izinkan aku menyelam pada giring tatapmu tentang sendu malam, yang kibarkan aksara pada kibar bebintang di aroma nafasmu. Teguk janjimu biarlah menelaah, hantarkan engkau padaku yang sedang terbaring di pucuk purnama, dan biarkan engkau menyulam jamah cahayanya tentang namaku, hingga dekap bidara dapat kau sempurnakan dalam hatur restu.
Damailah, hingga gigilmu adalah ayat yang dapat aku siratkan pada tafsir degupku, dan kau pun melembarkan tikar yang membelukar di tegak bahuku. Lelaplah di antara timangku, dan kau pun menghalus di segara peranakan cinta.
Katub rasup asma’mu, ku jumrahkan pada kornea mataku, hingga tersusun kitab-kitab kecil pada setiap rongga tubuhku. Dan kutadaruskan pada setiap kau mengundang air mata di rukuk panjangmu.
Kamar Tafakkur I, 21 April 2012. 19:33
