Senin, 11 Maret 2013

SESUCI JILBABMU NENUJU TEDUHKU




Maskawin 54

Di palataran masyafah sajakku, ku kirim karangan rindu di sebalik teduh jilbabmu, ku hantar ribuan salam pada setiap percik hujan di hari ini, gemerinciknya membangunkanku dalam gigil. Sejenak ku duduk, ingin rasanya memelukmu.

Dekap yang lekat. Ingin ku kalungkan tanganku di tubuhmu, ku telusuri setiap lekukan yang menatar tatar candumu. Terpejam di hangat yang melekat. Ku alirkan darahku menuju lidahmu yang menari dari arah kau tasbihkan sajak-sajakku. Hingga ikat benang desahmu dapat ku anyam dalam tenang.

Segenggam air wudluk kau basuhkan di keningku. Sampai kau telusuri lekukan tubuhku di segara yang memetak sungging senyummu. Tatap matamu mengajakku manari di atas dipan-dipan megah. Menghantarkan geliat panjang dari berkas senja yang menggaris di lehermu.

Ku itari lehermu yang berutas rayu-rayuan
Sampai ku tanamkan bercak saksi dimana kau telah taburkan percikan desahmu. Dan aku pun menimangmu dari sebalik jilbabmu di dendang sajakku.

Kamar Tafakkur III 14 November 2012. 15:40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar