Maskawin
54
Di palataran masyafah
sajakku, ku kirim karangan rindu di sebalik teduh jilbabmu, ku hantar ribuan
salam pada setiap percik hujan di hari ini, gemerinciknya membangunkanku dalam
gigil. Sejenak ku duduk, ingin rasanya memelukmu.
Dekap yang lekat. Ingin
ku kalungkan tanganku di tubuhmu, ku telusuri setiap lekukan yang menatar tatar
candumu. Terpejam di hangat yang melekat. Ku alirkan darahku menuju lidahmu
yang menari dari arah kau tasbihkan sajak-sajakku. Hingga ikat benang desahmu
dapat ku anyam dalam tenang.
Segenggam air wudluk
kau basuhkan di keningku. Sampai kau telusuri lekukan tubuhku di segara yang memetak
sungging senyummu. Tatap matamu mengajakku manari di atas dipan-dipan megah.
Menghantarkan geliat panjang dari berkas senja yang menggaris di lehermu.
Ku itari lehermu yang
berutas rayu-rayuan
Sampai ku tanamkan
bercak saksi dimana kau telah taburkan percikan desahmu. Dan aku pun menimangmu dari sebalik jilbabmu di
dendang sajakku.
Kamar
Tafakkur III 14 November 2012. 15:40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar