SENTUH AKU, SEPERTI MELATI HALALKAN SERBUKNYA
Maskawin 32
Pada gerak awan aku berlindung, memaknai setiap risalah yang jelmakan aroma semerbak yang lahir pada sekujur tubuhmu.
Layaknya kau menebar,atas sebar wangimu yang isyaratkan aku pada tubuh pelaminan dalam sanding tarian cahaya. Diam-diam kau merunduk, mengundangkan kepalkan sejuta tanya. Aku menggeliat. Mencari sekian petak langit yang melengkung di malam ini. Tanyaku tak dapat aku tafsirkan, hingga aku menjamu diam yang tak letih menapakku.
Pelan kau angkat dagumu yang terbelah wajah indah di seka halus yang terurai, kau buka katup bibirmu, dan memegang kepalaku. Sentuhan yang mulai menjalar menuju tatap ziarah mataku, yang ku uzlahkan pada kedip matamu. Sabdamu mulai merintik lirih, “jangan gersangkan aku, agar mekarku adalah bakti cinta yang telah engkau janjikan, karena akar tubuhku telah menancap kuat pada takluk tubuhmu”
Kamar Tafakkur
17-02-12. 03:17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar