BAHASA DENTING DETIK SENJA
Maskawin 23
Di sinilah aku mulai duduk dalam sepiku, pada kamar yang ku tempati atas nama bayangmu. Aku tak dapat beranjak. Hingga kau hadir damparkan aku tanpa sisa keafsahan rindu.
Aku mulai mencari ruang kecil di lentik jemarimu. Berharap kau taburkan usap senja yang kini perlahan menggelayut di baris keningmu. Dan pahamilah. Kala tebar awan mulai memanja dalam hilir angin. Aku sedang mendendang bersema denting yang mendetik di dadaku. Menemui engkau yang sedang menepi di setiap gelombang yang terhempas di wajahku. Dan aku tak mampu untuk tatihkan langkah ini. Karena senja begitu elok membalut hiruk lekuk bibirmu yang mulai basah dengan namaku.
Biarlah kau rasakan diamku. Karena dalam diam suara ini, aku sedang membangun ruang megah. Berharap kau akan menempatinya, lebih dari sekedar tempat berteduh. Maka maafkan atas alir peluhku, hingga kau kan mengerti, hadirku bukan hanya karena permintaanmu.
Kamar Tafakkur I. 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar