Rabu, 03 April 2013


Jarum jam itu, serupa rinduku yang ditiap menitnya berputarputar berusaha menemuimu, duhai suamiku. — with Jhody M. Adrowi.

 


coment: semoga kita istiqamah dalam menafsir jalan jarak ini zawjaty, Elaine Firdausza, hngga detak nada jantung kita dapat merapat pada hitungan masa tentang perjumpaan kita.2 hours ago · Edited · Like · 



Senin, 25 Maret 2013

Lima hari sudah, panas kemarau menginap dikeningku.

:Bersediakah, engkau basahi keningku dengan sejuknya airmatamu?
 — with Jhody M. Adrowi.
Tersebab terlalu merindumu, demam enam hari ini pun enggan berlalu. — with Jhody M. Adrowi.
Lihatlah suamiku, tatapan mataku terlihat sayu, lantaran tertawan rasa rindu padamu. — with Jhody M. Adrowi.

Duhai lelaki hujan, apakah senja ini langitmu sedang mengandung kerinduan?
'Sungguh, aku rindu kebersamaan kita saat menyaksikan tetes hujan dihalaman rumah dengan jemari tangan kita saling bertautan.':Hal itu sesuatu yang sangat menyenangkan, bukan? — withJhody M. Adrowi.

Ingin aku merebahkan lelahku dipundakmu, memejamkan mataku yang basah, dan mengadukan kerinduan yang menyayat jantungku.

:Baiklah aku selimuti saja senyummu dan kepeluk sampai kemimpi.

Tapi jangan lupa, kecupi aku pagipagi sekali.

'Ingat ya cinta, pagipagi sekali'
 — with Jhody M. Adrowi.
Maafkan aku, puisiku. Kini aku bersetubuh dengan rindu, yang detaknya hanya mendesah namamu.

:Mengertikah kau, lelaki yang kurindu selalu?

'Disaat aku merindukanmu, menatap rintik hujan ternyata mampu membentuk segurat senyuman diantara airmata yang mengalir perlahan.'
 — with Jhody M. Adrowi.