MASYAFAH RINDU
dalam laman hidup ini. kita telah merajut kisah dari awal do'a dan pertemuan kita. cinta telah teranugerahkan. hingga kitapun menyejarah dalam sekian malam, hari, pagi, siang dan senja. segalanya adalah perjamuan kita. dimana air mata telah membasuhnya. semoga bertandan suci kesucian kasih.
Rabu, 03 April 2013
Jarum jam itu, serupa rinduku yang ditiap menitnya berputarputar berusaha menemuimu, duhai suamiku. — with Jhody M. Adrowi.
Senin, 25 Maret 2013
Lima hari sudah, panas kemarau menginap dikeningku.
:Bersediakah, engkau basahi keningku dengan sejuknya airmatamu? — with Jhody M. Adrowi.
:Bersediakah, engkau basahi keningku dengan sejuknya airmatamu? — with Jhody M. Adrowi.
Tersebab terlalu merindumu, demam enam hari ini pun enggan berlalu. — with Jhody M. Adrowi.
Lihatlah suamiku, tatapan mataku terlihat sayu, lantaran tertawan rasa rindu padamu. — with Jhody M. Adrowi.
Duhai lelaki hujan, apakah senja ini langitmu sedang mengandung kerinduan?
'Sungguh, aku rindu kebersamaan kita saat menyaksikan tetes hujan dihalaman rumah dengan jemari tangan kita saling bertautan.':Hal itu sesuatu yang sangat menyenangkan, bukan? — withJhody M. Adrowi.
Ingin aku merebahkan lelahku dipundakmu, memejamkan mataku yang basah, dan mengadukan kerinduan yang menyayat jantungku.
:Baiklah aku selimuti saja senyummu dan kepeluk sampai kemimpi.
Tapi jangan lupa, kecupi aku pagipagi sekali.
'Ingat ya cinta, pagipagi sekali' — with Jhody M. Adrowi.
:Baiklah aku selimuti saja senyummu dan kepeluk sampai kemimpi.
Tapi jangan lupa, kecupi aku pagipagi sekali.
'Ingat ya cinta, pagipagi sekali' — with Jhody M. Adrowi.
Maafkan aku, puisiku. Kini aku bersetubuh dengan rindu, yang detaknya hanya mendesah namamu.
:Mengertikah kau, lelaki yang kurindu selalu?
'Disaat aku merindukanmu, menatap rintik hujan ternyata mampu membentuk segurat senyuman diantara airmata yang mengalir perlahan.' — with Jhody M. Adrowi.
:Mengertikah kau, lelaki yang kurindu selalu?
'Disaat aku merindukanmu, menatap rintik hujan ternyata mampu membentuk segurat senyuman diantara airmata yang mengalir perlahan.' — with Jhody M. Adrowi.
Langganan:
Postingan (Atom)



