Senin, 25 Maret 2013

Maafkan aku, puisiku. Kini aku bersetubuh dengan rindu, yang detaknya hanya mendesah namamu.

:Mengertikah kau, lelaki yang kurindu selalu?

'Disaat aku merindukanmu, menatap rintik hujan ternyata mampu membentuk segurat senyuman diantara airmata yang mengalir perlahan.'
 — with Jhody M. Adrowi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar