Kau dan Aku 8
Menebar aroma pada kering tanah kelahiran, menandus pada petak atas garis yang membaris di keningmu. tertitip senja pada setiap engkau mampu menaburkan melati di danau yang hijau, menjernih atas nama sumber yang menitik suci hatimu. jangan biarkan air matamu memuara atas nama luka, ijinkan pada setiap halus jemari ini, untuk memasang satu bendengun, atas kekuatan hati yang tertutur pada lembut halus gerak di bibirmu. dan teruslah mengeja relief tentang lafal-lafak kita, hingga ridla seorang ibu, serta restu seorang bapak, dapat kita rangkum dengan ijabah do'-do'a pada hela nafas yang mengusap udara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar