Sabtu, 28 Januari 2012

SECAGAK HALU RINDUKU

SECAGAK HALU RINDUKU

Maskawin 4.

;Kepadamu yang sedang berdandan di kota lahirmu

Dalam jarah lepas dahaga ini
Ku ikrarkan satu tatap nanar rinduku yang berbaris pada halu kisah di istana ini
Istana cinta yang bersaksi akan jerit pertama kelahiranku
Telah tertuai dalam secawan benih laman langit yang merunduk bertutur  tentang berkas wajahmu yang terlukis indah pada kelambu hatiku yang mulai ku sucikan dengan tasbihku.
Cerita dalam kisah
Mulai tertata rapi dalam kubus tahta air mata beralas heningku lewat rebah rindu yang kau labuhkan di dermaga jiwa ini. Bernahkodah dalam keping bahasamu bersama kalimat kecil yang bubungkan hatiku dalam kelana resah.
Layakkah aku mencarimu dari padang ke gurun, hingga ke multazam atau ke raudlah?
Sedang aku hanya kalimat kecil dari musyhaf kitab hidupmu. Aku hanya bagian cerita pendek dari sejarahmu. Bahkan mungkin aku adalah pecinta yang tak memiliki istana megah, untuk sekedar membuatmu berteduh dari rintik hujan dan sapa sengat matahari.
Relakah  kau hantarkan aku pada istana hati yang berbalut taman yang bernama kesucian cinta? Atau kau akan biarkan hatiku berguguran dan berhamburan setelah pinangmu pada hari-hariku menggaris sekian rindu?
Telah ku cipta kamar penantian di bumi yang telah basah dengan darah dan air mataku. Telah aku siapkan berlembar-lembar kanvas putih tak berbencak. Berharap kau kan lahirkan dan mengukirnya dengan tinta suci dalam lumur istijabah.

Sumenep, 08/08/11. 00:56 (Istana Kelahiranku)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar