Rindu Yang Terukir
Elaine Firdausza
syahdu dan tak akan jemu
kusenandung simfoni cinta untukmu
ada kekaguman yang enggan sirna jika kulihat dirimu
indah tutur sapamu mengukirkan rindu
menarik kalbu, mengharu biru
kusenandung simfoni cinta untukmu
ada kekaguman yang enggan sirna jika kulihat dirimu
indah tutur sapamu mengukirkan rindu
menarik kalbu, mengharu biru
meski lapisan makna koma mengundang tanya
entah sampai kapan koma ini berjejal memenuhi aksara
pada tiap susunan huruf yang kau tata
seperti binarnya matahari senja
membuatku mengaca
pada kolam yang tenang
diantara teratai kuulas senyuman
meresapi syair yang kau tinggalkan
entah sampai kapan koma ini berjejal memenuhi aksara
pada tiap susunan huruf yang kau tata
seperti binarnya matahari senja
membuatku mengaca
pada kolam yang tenang
diantara teratai kuulas senyuman
meresapi syair yang kau tinggalkan
duhai ksatria yang lembut hatinya
yang membawaku bersandar pada dinding jingga
adakah galau yang tak sengaja luput kueja
hingga rindu kini meraja
menebar asa
di setiap jalan tanpa warna nyata
yang membawaku bersandar pada dinding jingga
adakah galau yang tak sengaja luput kueja
hingga rindu kini meraja
menebar asa
di setiap jalan tanpa warna nyata
kelopak mataku telah jatuh di peraduan
saatnya kita menjadi lakon dalam alam impian
antara harapan dan tujuan
yang mengangkasa, membukit lewat pucuk-pucuk cinta penuh kerinduan
memeluk dengan senyuman
ketika langit cerah
menyambut mawar yang merekah
saatnya kita menjadi lakon dalam alam impian
antara harapan dan tujuan
yang mengangkasa, membukit lewat pucuk-pucuk cinta penuh kerinduan
memeluk dengan senyuman
ketika langit cerah
menyambut mawar yang merekah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar