Sejujurnya aku bukan laki-laki yang bisa meyakinkanmu lewat beribu-ribu penjelasan dengan waktu yang lama, namun aku juga tak mampu menggayuh sampanku dengan terpa angin kerguan di luas samudra semesta kasih ini.
Akankah engkau akan kembali yakin dan sadar atas kesungguhan di hatimu, bila di antara nisan pusaraku telah tumbuh sekian ilalang dan rumput liar?, bahwa tanah kering pusaraku pernah basah dengan air matamu di atas syahadah arti mataku yang sangat penuh harap?.
Atau justru engkau akan membiarkan diriku sepi karena darah luka yang pernah ku alirkan di sekujur tubuhmu?.
Dialah sang pemilik hati, Dialah pencipta rasa ini.
Hanya Dia lah sang agung yang akan membuat hatimu kembali bersinar. Semoga aku mampu istiqamah untuk memantik do'a-do'aku dalam munajat sujudku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar