Senin, 23 Januari 2012

TALANGAN (petak sawah, yang diberi air laut, untuk membuat garam)


Terik membakar mata air
Air yang teralir dari keringat tubuh seorang bapak
Memetak, pada ranggas matahari yang teretak
Menyusup pada putih tulangnya yang kokoh memasung masa-masa
Melawan dan terlawan
Terus meruas dengan sekian rumus yang tandus
Entah bagaimana tubuh hitam itu benar-benar kuat
Sekuat baja
Pandangan tak jauh kagi, seakan riak-riak kecil air yang menerpa kakinya
Membangunkannya.
Bahwa dia benar-benar bernafas
Dan tak lagi terhitung jerihnya
Semakin jauh, menawafkan tubuhnya. Di balik piramida yang terukir di antara kening, dagu, hidung dan matanya.

Yogyakarta, 18-11-11




1 komentar: