Maskawin 47
Aku adalah yang lahir dari do’amu. Hadir dari gersang bumi atas terik matahari, membakar purnama dari susun eja kaidah tentang luka kilu. Dan engkau telah memanah ribuan dedaun, meranggas dari asah musim. Dan aku menuai segala bilangan terlangkap dari pandang suratmu yng tertulis tentang jelaga.
Dan sirah malam, mengalamat dari setiap renung tidurku, dan atasmu aku membayang sekian air yang memata atas uzlah berlingmu.
Dan aku terus setia pada tatanan hangatmu, karena atas namaNya aku menuju, ingin mengayuh sampan yang kita cipta dari altar puisi.
Hingga kita akan merayakan cinta di antara saksi tentang pelabuhan yang menggurat di keningmu.
Dan ku hiaskan manik-manik kecil, yang setiap bulatannya terukir namamu yang memeluk namaku, hingga tumbuh barisan lurus tentang lengkung jejanur di depan rumah kita. Di sanalah kita hidangkan jamuan yang kita tata dari kepingan bilangan waktu tentang ikrar kekasih.
Kamar Tafakkur I. 14-05-12. 19:53.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar