Kamis, 17 Mei 2012

KEMBARAKU TENTANG RIASMU


Maskawin 40

Pada garis permulaan, aku menapakkan sapaku tentang keindahan kalimatmu, mengenalmu yang sedang menggigil di antara ranjang yang setia mendekap gelisahmu kala itu. Ku bahasakan kembara sapaku, izinkan diri mendawai pada setiap kau uzlahkan suaramu di dinding keningku. Helai waktu, undangkan engkau di bilik sahaja, menunai bias makna namamu di bawah alur i’tikafku.
Kaupun mengelana zamanku
Menyipta musim-musim
Semai semi sahajamu di bangsal alur ceritraku tentang pemandian cinta.
Ranggas penampik kilu memetak tentang pajang sesenggang rawa yang mematang di kuyup wajahmu dan wajahku. Hujanpun  raupkan denting terindah tentang dawai yang melandai di karat ronta, hingga desir menyemilir pada setiap kita bertandang tentang aroma hikayat perihal hatur kisah dalam rakit kasih.

Kamar Tafakkur I , 21 April 2012. 20:13


Tidak ada komentar:

Posting Komentar