Maskawin 42
Kerinduan membahasa di kedip mataku, ku hantar menuju silsilah paling ranum di sekujur tubuhmu. Aku menemu, seramu kias tentang bilah bibirmu yang mengering akan bahasa dari pitutur yang menjelma cipta kasih. Umpama mengejar diri, dipekat kata yang masih tercecer pada lamun sepi.
Kemanakah sipu sembab ini ku haturkan
Dimanakah kan ku temui sisa bungkisan kecil atas sapamu
Dasar di tatar ku hantar, mengalaman dari arah yang terus ku simpangkan dari arah pekik luka duka, menyampai dari kedip kejora matamu yang masih tersimpan atas kuncup pada tembang melati, dan putik pun masih membasah di bawah bahasa jernih hujan.
Bila ku tuai hasrat yang terkerat, hingga serat rukukku sedang memapah ribuan tanya, dan karat desah do’aku sedang melalu atas asma’ penuturan kehangatanku sendiri. Sedang dalam bahasamu, akulah pecinta yang membatas.
Kamar Tafakkur I, 14 Mei, 12. 16:57
Tidak ada komentar:
Posting Komentar