Maskawin 50
Dari sebuah perjumpaan yang menghampar di bawah langit
Kau menyapaku dari sekian layar yang mengepak dari lautan yang berbeda
Kau menepi menyalami tanganku
Mengajakku berdansa dengan dayung jemarimu yang telah menarik ruas jariku
Ku terus menuju mu dengan berdarah waktu
Menempa ribuan hari tentang kisah pada relief musim, hingga darahmu tercecer melewati luka terdalam dari sabetan yang menebas ilirmu.
Alir ilir......
Meghilir dari alir landai asah rasamu. Di antara palung yang tercipta dari lajur mata yang berair kau mandikan aku. Mendekapku dengan sekian kehangatan mulya kepingan hati. Kau memapahku, rebahkan aku di haribaan sebagai sang kekasih. Kau menembang artate atas aksara macopat yang terukir sejarah, siul seruling bambu itu mengibarkan istana tentang arah yang membentang keangkuhan, hingga terindahmu adalah tabiat nikmat sebagai hadiah sang pencipta.
Kamar Tafakkur I. 15 Mei 2012. 20:14.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar