Maskawin 43
“Dan aku ingin memiliki abi seutuhnya. Aku takut kehiangan abi.” Katamu.
Ku kalungkan katamu pada kepak detak dadaku, ku ilirkan pada setiap aku mengingat atas hembus nafas yang mengeja nama dan hadirmu, ku tebar debar asahku, yang mengasih dari kelana didahmu dalam telaga utas usap do’amu.
Syahdu sibak kelambu dari socamu, menembus kedalaman socaku.
Sukma menagih lirih atas bilangan kata atas hantar pinang linangmu.
Hingga hasta tak ingin terlepas atas nama di lesung cahaya yang menyurat di mufradat namamu, dan kunjung sairku menelaah jiwa yang sedang mengambang di antara raup hujan dingin di malam pekat. Sekat menjelajah waktu, atas benua yang membentang di telapak tangan kita, dan rindu seakan mengeja tanpa jeda penamaan sahaja.
Atas nama usap cinta, ku sampaikan salam terindahku, di antara rengkuh sujud. Pakukan pinanganmu, hingga langit adalah atap terkuatnya, dan hatimu cagak paling utuh.
Kamar Tfakkur I. 14. Mei,12. 17:24.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar