Senin, 11 Maret 2013

BERJALANLAH ENGKAU. BIARKAN MASA PADA KAIDAHNYA



Maskawin 60

Detik adalah langkah, dimana setiap diri tak tertampik dari rayu waktu.
Maka berdirilah di sampingku. Jangan hitung usiamu, lantaran hanya kematian yang memisahkan raga kita. Berharap, kelak di syurgaNya kaulah bidadariku paling anggun. Akan ku tegukkan cawan susu padamu, dan kumandikan engkau dengan rayu paling madu di sungai madu. Sampai engkau harus meneteskan air mata bila melepasku.
Tidurlah di bahuku, kan ku dekap bahumu, ku nyanyikan lagu tentang rindu, tentang sahaja waktu rindu, tentang dawai semai yang ingin aku titipkan pada setiap kau menghirup nafas.
Mendekatlah, sayang.
Sampai sekat hanya kelebat dari gulita, dan kaulah bercah-bercah yang rona. Menggiring syair ilir di alir nadiku. Genggan jantungku, dan rasakan setiap getarnya, adalah engkau yang riuh merukuk sujud. Dan ziarahi batinku, adalah engkau yang sedang menyiapkan perjamuan-perjamuan malam.
Malam ini begitu gigil, sayang. Mendekatlah. Rapatkan tubuhmu di dadaku. Dan damailah. Karena esok, adalah hari baru. Dimana salju bukan lagi dingin yang menggigit, karena akulah kehangatan yang akan selalu kau sebut sebagai alas rebahmu. Dan kaulah mahkota dari singgasana beratap purnama.

Kamar Tafakkur III. 14 November. 2012. 21:37.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar