Senin, 11 Maret 2013

Kembara Yang Melintang di Matamu



            Maskawin 61.

Kembali, aku belajar menata tapak tatihmu. Sembari memapahmu dari tepian keping hatiku yang terlawat sebagai namamu. Tulislah sebagaimana engkau bersajak. Bacalah dimana engkau merenungkan tasbihmu. Hingga getar di dadamu adalah hidup yang tertawar atas nama baiat suci tentang nama kita.

Kau telah izinkanku memiliki jiwamu. Meski kadang aku harus berlarian. Aku masih di sini. Merenung engkau yang terkadang diam membisu, lalu berkata tanpa jeda.
Jika kelak air mata yang menggaris di pipimu
Dapat aku teguk kala hausku
Maka mendekatlah, tanpa ada batas barang sekedip mata indahmu itu.


Kamar Tafakkur III. 10.2.13. 12:13.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar