Maskawin
69
Ku
kabarkan padamu tentang aksara yang ku eja dari belahan purnama
Di
matamu ku baca sajak namaku, kau menebarnya disetiap detak jantungmu menziarahi
sekujur tubuhku.
Aku
tak mampu diam, seisi kepalaku adalah engkau yang terus hidup, bertawaf sakral
bersama roma roman tasbihmu
Kau
tak henti ajariku menakar baiat rindu, sampai aku terlupa akan musabab awal
dimana kita diepertemukan.
Nyatanya
kau lebih indah bila ku pandangi dari kaligrafi sajal-sajakku.
Jakarta, 22-02-13.
23:22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar