Senin, 11 Maret 2013

Kunamai Sajakku Atas Bingkisan Air Mata



Maskawin 69

Ku kabarkan padamu tentang aksara yang ku eja dari belahan purnama
Di matamu ku baca sajak namaku, kau menebarnya disetiap detak jantungmu menziarahi sekujur tubuhku.
Aku tak mampu diam, seisi kepalaku adalah engkau yang terus hidup, bertawaf sakral bersama roma roman tasbihmu
Kau tak henti ajariku menakar baiat rindu, sampai aku terlupa akan musabab awal dimana kita diepertemukan.
Nyatanya kau lebih indah bila ku pandangi dari kaligrafi sajal-sajakku.


Jakarta, 22-02-13. 23:22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar