Senin, 11 Maret 2013

Dasawarsa yang Kedelapan Dari Usia Sakral



            Maskawin 62

Pagi yang buta, menjegah kita dari azar yang tumbuh atas usap takdir
Kau beradu membangunkanku, memanggil nama yang kiranya akan bertemu dalam dekap imamah.
Kau berdandan...
Bersiap memapah ratu bermahkota itar cinta
Ku temani engkau, mengajakmu berbincang-bingcang. Hingga gelegar siang menyeru kita menatap masa.
Kita duduk bersama, ku bahasakan peneriman akanmu sebagai bidadari duniaku, yang kelak kaulah ratu akhiratku.
Terik merubah senyum semakin bermakna, kau bukan lagi kamu, tapi adalah kamu yang ku susun dari hijaiyah itu, qabiltu. Ku terima engkau dari segala arahku, memapahmu menuju istana termegah, dan kaulah melati yang tersusun dari bakti niscayamu.
Kau cium tanganku, itulah kecup terhangat paling sakral yang dapat aku sampaikan sebagai keridlaan.



Kamar Tafakkur III. 10.2.13. 12:45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar