Maskawin
66
Bila
dapat aku lucuti, setiap sisi dari tubuhmu, akan ku sampaikan pada hujan, bahwa
kaulah yang paling basah dari setiap rintiknya. Sebagai melati, ku rangkai
engkau dengan benang dari pintal tanganku, dan ku sampaikan sebagai teguk wangi
yang murni.
Engkaulah
yang luhur, menyingkap udzur pada setiap kita sedang bertadabbur, dan inilah
syukur dari buah benihmu yang menutur.
Bila
kau ingat, kisah dari para leluhur, hormati pasanganmu, seperti engkau yang
sedang menakar musyhaf-musyhaf dari ejamu. Dan dekaplah kasihmu, bak engkau
sedang menata setiap hijaiyah dari cahaya wahyu.
Karena
di hati pasanganmulah engkau akan merebah. Rebah paling panjang dari usiamu
yang pernah kau lawati.
Dan
kesetiaan adalah hidup yang dapat tersandar dari usia sadar yang kita sebut
sebagai tiang yang mencagak dari kuat cinta. Yaitu cinta kita, Zawjaty.
Kamar Tafakkur III.
10.2.13. 13:45.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar