Maskawin
67
Zawjaty....!!!
inilah rukun cinta, yang dapat kita buka sebagai pintu menuju singgasana.
Saling
mengasihi, hingga nama kita terlahir sama sebagai cinta
Menabur
bahasa indah, lantaran ialah tatakrama yang dapat kita baca sebagai ceritra
Setia
mendampingi, karena disanalah kita dapat memetik cahaya, dan tak ada lagi,
cahaya yang kan silaukan kita. Karena kitalah sempurna dari ikhlas
masing-masing.
Saling
mendekap, lantaran keseimbangan cinta, adalah diri kita yang senantiasa
menjaga. Hingga hidup adalah makna dari utuh yang sahaja.
Rebahlah,
Zawjaty...
Ku
ajak engkau menyilang tubuhku, hingga desah nafasmu dapat aku tata sebagai
keikhlasan. Dan ku sandang tubuhmu, hingga geliat hidup dapat kita rengkuh
bersama.
Kamar Tafakkur III.
10.2.13. 14:00.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar