Senin, 11 Maret 2013

IZINKAN AKU, BAPAK



Maskawin 52

Telah ku sampaikan tentang kabarnya padamu, dan engkau masih melukis jeda, Bapak. Engkau yang dulu menggendongku, saat aku terkuali lemah, hingga haru ibu membatas hujan, lantaran aku seakan tak lagi mampu tempuh hidup ini. Engkau tahu saat pertama aku menatap matahari. Engkau pun mengerti saat engkau membuat air mata ini mendanau di atas rangkaian musyhaf.
Alir keruh keringatmu telah mengukir tubuhku, dan langkahmu tertulis jelas dalam sejarahku.
Kini, izinkan aku membawanya kehadapanmu, hingga aku bisa melukis tubuhku dalam tubuhnya, dan aku akan ukirkankan sejarah paling indah, dan bulan pun tak sanggup menawarnya.
Ijinkan aku mengecup keningnya di hadapanmu. Saat engkau bersilah dengan nikmat khusyuk.
Hingga kesucian yang kau balutkan atas keningku, dapat aku taburkan dalam persemedian rakhimnya, dan engkau akan tersenyum, dengan janji syurga yang kau ajarkan pada setiap usiaku menutur waktu.

Kamar Tafakkur I. 19 Mei 12. 17:19.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar