Senin, 11 Maret 2013

Malam Penuh Kehangatan



            Maskawin 63

Di tempat itulah, di ranjang yang bertabur wangi tubuhmu aku bersuara. Menyapamu penuh makna.
Kau menyebut namaku sebagai nobatmu yang kau tuturkan dari arah nafas yang tergerak di dadamu.
Kau tersenyum indah, meraba wajahku beserta kecupan ternikmat. Malam seperti tak akan usai, hingga kita ingin menyulap subuh, menjadi dini dalam ruang yang indah.

Kaulah purnama kala itu, menatapmu seperti melihat syurga meski tak bernama, lantaran namamu adalah aku yang kau sebut sebagai kekasih.

kita sambangi arah yang tak biasa
menemukan sudut air mata yang merintik di daun alismu
lalu ku sapa engkau, dengan darah yang ku alirkan lewat doa’-do’aku.


Kamar Tafakkur III. 10.2.13. 12:52

Tidak ada komentar:

Posting Komentar