Maskawin 57
Engkau memanggilku dari
balik pintu kala malam itu. Kau mencariku. Mengajakku serta memintaku memandikanmu dengan serampai bunga
yang telah kau petik dari halaman rumahmu.
Kita pun sama-sama menodai malam.
Kau bergeleyut di
tubuhku yang sedang merebah panjang. Engkau mulai menata hasratmu dari seluruh
desir yang memangu tari geliatmu. Kau seperti kehilangan dirimu, lantaran akulah
yang kau tiupkan nafas dari getar dadamu.
Kau memelukku. Melewati
setiap baris yang melajur tubuhku. Hingga tibalah engkau pada gemerincik tajuk
yang memaku di antara dadaku. Kau terus mencari, hingga panas tubuhmu menjadi
gigil paling dahaga nelaga. Dan ku mandikan engkau dengan geliatku, sampai
wajah basahmu adalah anggun yang mengapung birahimu dan buncahku.
Kamar
Tafakkur III. 14 November 2012. 16:26.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar