Senin, 11 Maret 2013

TARIKU MENARI MADU BIBIRMU I



Maskawin 55

Jengah menempa. Ku berdiri melewati kejumutan rasa. Membentang tubuhku dari kota yang menghias lampu-lampu. Pada setiap persimpangan aku titipkan do’a, hingga jamuan pertemuan kita dapat terhantar dari arah dimana janji mengukir namaku dan namamu.

Ku titipkan pada setiap matahari menampar wajahku. Dan kilu mataku berkedip, mencari wajahmu. Hingga senandungku tetap ku sandungkan pada tanya yang merayap dari ujung rambutku. Ku susun ingatanku, sampai jejak kakiku hilang di bawah pepohon yang gersang.

Aku duduk merangkai tatapanku. Ziarahkan tanyaku kembali. Dimanakah dirimu. Bisakah aku mengenalimu. Meraba wajah anggunmu. Dan kau mencium tanganku.

Jariku menggetarkan puisi
Kakiku memijak paku bumi
Tubuhku tersandar di pojok pikirku
Terus ku mencarimu dari semerbak wangimu yang kau titip pada setiap purnama menimang wajahmu. Lalu ku temukan engkau.
Dan senyummu merangkai tangkai di desir nadi ari-ariku.

Kamar Tafakkur III. 14 November 2012. 15:53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar