Senin, 11 Maret 2013

TARI MENARIKU BERSAMA SENANDUNGMU



Maskawin 59.

Sayang....!
Aku telah memungut restu dari telapak tangan ibu dan bapakmu, ku cium tangannya bak rangkaian azimat yang keramat. Dan ingin ku bawa engkau menari bersamaku dari ujung malam. Hingga kita akan sama-sama menarik tembang paling suci yang kita cipta dari setiap kita menuliskan kata rindu. Dan izinkan aku mengecup keningmu. Sedalam kau tanamkan do’a tentangku di tafakkur sajak do’amu.
Kalungkan selendang ini. Liutkan jemari dan tubuhmu, akan ku sambut engkau bersama dengting gamelan dari gemerincik hujan, ku basahkan tubuhmu. Hingga piawaimu dapat ku jelajahi. Ku hisap sari asrimu. Hingga madu sendumu dapat ku teguk dari segala arah erotismu.
Dan sampaikan pada surat di dadamu
Akulah yang sedang mengukir tubuhmu. Lantaran setiap lekuknya adalah kata yang harus aku terjemahkan dengan piawai, dan sajakku masih tak cukup menafsirkannya.

Kamar Tafakkur III. 14 November 2012. 21:17.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar