Maskawin 59.
Sayang....!
Aku telah memungut
restu dari telapak tangan ibu dan bapakmu, ku cium tangannya bak rangkaian azimat
yang keramat. Dan ingin ku bawa engkau menari bersamaku dari ujung malam.
Hingga kita akan sama-sama menarik tembang paling suci yang kita cipta dari
setiap kita menuliskan kata rindu. Dan izinkan aku mengecup keningmu. Sedalam
kau tanamkan do’a tentangku di tafakkur sajak do’amu.
Kalungkan selendang
ini. Liutkan jemari dan tubuhmu, akan ku sambut engkau bersama dengting gamelan
dari gemerincik hujan, ku basahkan tubuhmu. Hingga piawaimu dapat ku jelajahi.
Ku hisap sari asrimu. Hingga madu sendumu dapat ku teguk dari segala arah
erotismu.
Dan sampaikan pada
surat di dadamu
Akulah yang sedang mengukir
tubuhmu. Lantaran setiap lekuknya adalah kata yang harus aku terjemahkan dengan
piawai, dan sajakku masih tak cukup menafsirkannya.
Kamar
Tafakkur III. 14 November 2012. 21:17.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar