Maskawin
65
Saat
kau disana, aku menahan gigil disini, sembari mencari wajahmu yang kadang
berhamburan di sujudku.
Hingga
ku temukan engkau di antara lelap. Mengecup ingatanku akanmu, dan kau menyampai
salam dari padang ilalang di gulita yang bermata air matamu.
Muaraku
adalah namamu yang ku sandang sebagai ijabah, hingga basah rinduku adalah engkau
yang sedang berdiam dari masyafah sapa tak tersua.
Gersang
yang tertanam tanpa dekapmu.
Larvakan
aku dari kaku yang kilu. Kadang kala sesaat tersesat mencari gelakmu saat
menggeliat.
Dimana
atur tuturmu dapat aku jamah sebagai alur yang utuh.
Senantiasa
engkaulah ruh cintaku yang tertakat lekat dari pekat yang tersekat tubuh malam.
Dan
akulah nahkodamu yang dapat kau tungkangi sebagai pahat di rusuk tulangmu.
Kamar Tafakkur III.
10.2.13. 13:34
Tidak ada komentar:
Posting Komentar