Senin, 11 Maret 2013

Masyafah Nan Mengalung di Sapa kita



            Maskawin 65

Saat kau disana, aku menahan gigil disini, sembari mencari wajahmu yang kadang berhamburan di sujudku.
Hingga ku temukan engkau di antara lelap. Mengecup ingatanku akanmu, dan kau menyampai salam dari padang ilalang di gulita yang bermata air matamu.
Muaraku adalah namamu yang ku sandang sebagai ijabah, hingga basah rinduku adalah engkau yang sedang berdiam dari masyafah sapa tak tersua.

Gersang yang tertanam tanpa dekapmu.

Larvakan aku dari kaku yang kilu. Kadang kala sesaat tersesat mencari gelakmu saat menggeliat.
Dimana atur tuturmu dapat aku jamah sebagai alur yang utuh.
Senantiasa engkaulah ruh cintaku yang tertakat lekat dari pekat yang tersekat tubuh malam.
Dan akulah nahkodamu yang dapat kau tungkangi sebagai pahat di rusuk tulangmu.


Kamar Tafakkur III. 10.2.13. 13:34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar