Jumat, 03 Februari 2012

AKU PADA TADAH LAMARMU

AKU PADA TADAH LAMARMU

Maskawin 7;

Mengeja sekian aksara yang melucuti getar kerinduan kau bacakan lirik-lirik kecil, senandungkan fikir dzikirku pada lembah munajat berias pintal memintal ruas jemari.
Terimakasihku:
Saat lamar hatimu mulai sandingkanku dengan siul udara siang kala itu, larutkan diri yang menguak senyum pada latar matahari. Kau bergelayut di degup jantungmu, ziarahi lengkung langit, memahat tadah janji. Janji yang kau basuh pada rintik hujan di seka jari pada uzlah air matamu.
Aku mulai merunduk, sapakan butir dahagaku yang menjelma pada danau riak anggunmu. Dan kaulah pintal hatiku, kan ku semayamkan pada hati dan jiwaku yang dalam. Berhentilah untuk berkelana menindai cinta di lembah yang berbeda. Disinilah ruang dirimu. Pada diriku yang kini mulai meng-imamimu dikujur makmummu pada salammu dibuai istijabah.

Ruang Taqarrub 2, 04/09/2011. 21:13.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar