SECERCAH ASAMU YANG MENGATUNG DI TANDAN SAJAKKU
Maskawin 24
Bukan tak bisa lahirkan dahaga bila engkau mulai mengejar sekian keadaanku. Karena ku adalah musyafir yang telah menyipta hujan atas dasar ranggas gurun yang tersimpang disulut masa-memasa. Hingga ku rindukan embun yang berbulan-bulan mulai meresap lirih pada katung dedaun yang mengering di dahan ucapku. Ku ingin kembali kau seperti dulu. Saat menyairkan sejuta nada hening yang begitu melandai menuju muara yang telah membatu di sungai kecilku. Dan jangan kau biarkan aku terus dahagakan ini, hingga dapat aku tanam bunga-bunga di atas kalut dzikirku.
Dalam buai ini. Biarlah aku tetap menuia dan menyerpih setiap nada pada alun kisahmu yang telah kau maktubkan di sirat surat kisahku.
Kamar Tafakkur I. 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar