SAAT KAU LABUHKAN
Maskawin 25
Dan bila
Akan ada tanya yang melesat dari busur malammu
Biarlah aku terlelap, hingga aku kenang engkau dalam mimpiku
Dan biar ku temui engkau di sana
Tanpa kau harus memanggilku.
Pahamilah kisah ini, karena lalang yang melenggang dari dasar lubukmu adalah atas dasar kiluku yang terlalu merekat atas basah keringatmu. Diamlah sejenak, tenangkan dirimu. Kan ku petik se tangkai kenanga, ku balutkan pada masyafah yang teralas di pipimu yang basah. Percayalah, sekian kisah kita adalah jalur dari setiap aksara yang sedang berhamburan pada setiap lekuk jemari kita yang telah kita hidupkan pada bunyi lagu cinta, yang telah kita cipta atas nama lamar kasih di ujung cahaya.
Maka biarlah aku menemukanmu dalam skema sujudmu di setiap hening yang kau haturkan pada lembab basah tafakkurku. Hingga kita kan terbangun atas nama alas jiwa yang melembut di kejora malam.
Kamar Tafakkur I. 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar