Sabtu, 04 Februari 2012



jauh tebar debu ini mengusang di segala dinding langit dan mata para pemuja
hingga terjamah berjuta bahasa yg termaktub dalam kitab-kitab
pada kering akar rerumput, ada tasbih yang mengalung dengan lekat yang menguat.
hingga tak terkira alamat rindu yang mulai mendentum
lalu tapak rinai itu, dapat kita terjamahkan pada burdah yang mencagak kejora-kejora.
atas rindu padamu ya Musthafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar