DALAM BALUTAN SAJAK
Maskawin 20
Telah ku rangkai bait huruf pada rangka kalimat baris dan garis.
Tembangkan alur ceritra di pecah cahaya.
Akupun mulai kayuhkan dayung tintaku, menyelami sekian tafsir rindu yang terbalut udara di telaah takdir. Sudut kecil yang memecah di kepalaku, telah mendarah atas kertas-kertas yang terikat paruh malam. Debarkan anggun rasa atas pintal pinta yang terhilir dari lidah dan mimpimu. Hingga jemari ini seluetkan tajam busur sabda yang terapit antara hari dan munajat. Lelapkah engkau yang kini sedang meramu sekian arah atas dasar derap langkah yang terhilir dibincang aroma.
Biarlah sajak ini, selimuti gigilmu yang sedang melarung masa di atas peluh tatihmu. Dan meramulah dalam kadar seteguk penawar dahagamu yang kini mulai mengering di katub bibirmu. Dan kembarakanlah sajakku, hingga kau tenamkan lingkar hasratmu dengan aroma bunga-bunga yang menangkai di zirah kedipmu. Dan balutilah sajakku ini dengan renungmu, hingga kau akan menyelam pada dasar samudra sabdaku, tanpa lagi kau tafsirkan sejuta asamu.
Kamar Tafakkur I, 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar