Selasa, 21 Februari 2012

DENGAN PERAHU YANG MENDATAR DI BIBIRMU AKU MENGADU

DENGAN PERAHU YANG MENDATAR DI BIBIRMU AKU MENGADU
Maskawin 29.
Pagi ini, saat lelapku telah menjauhi ribuan mimpiku. Kau kembali mengusikku untuk mendendang tentang arah telaga yang kau janjikan disetiap sabda yang kau tulis pada lambai dedaun bertintakan embun. Tak ada alasan untuk menikmati hari tanpa merenangi sekian basah kuyup bibirmu yang pautkan aku pada inai-inai lengkung alismu. Hingga sajak bibirmu itu, pelan-pelan mengubah matahari menjadi purnama. Maka ijinkan senandung do’aku menaiki perahu yang berlayar di bibirmu, hingga desah nafasku tak hanya tasbih di degup jantungku. ia senantiasa bersemayam dalam tautan nyala do’a yang tertambat pada setiap ulur do’amu.

Kamar Tafakkur I14-02-12. 10:52

Tidak ada komentar:

Posting Komentar