Selasa, 21 Februari 2012

PADA PELATARAN SUCI

PADA PELATARAN SUCI
Maskwin 31

Aku kembali menggelar sejadahku, pada setiap halaman hatimu yang terpetak pada suguhan waktu subuh. Hingga sesegar air mata aku menindih kekebalan angkuhku. Ku mencarimu, di setiap pintal halus tenpa sapamu. Dalam ucap manjamu yang lunturkan aku atas gelisah yang tak terpendam dalam merindu. Bilakah engkau datang, atau justru dalam tafakkurku, kau telah diam-diam mengelus dadaku, dan ucapkan bacaan do’a yang aku ajarkan padamu saat pertama aku diperkenalkan tentang manjamu.
Sajakku telah mengakar pada setiap aku menanam rasa, hingga segar dedaun yang mulai tumbuh membalutmu dengan segala binar matamu yang mengaca. Tak dapat aku berlari, atas pelukmu yang ajariku menelaah pintamu. Pinta yang hadir di segala asma’ tentang isyarat abdi cintamu.
Di pelataran ini aku senandungkan syair-syair. Ditemani seluruh alir darahmu yang jelmakan kokoh kuat urat sarafku. Tak lagi ada hati yang akan aku tuju, bila hatimu telah membusur dengan tangkai do’amu, menuju hatiku. Dan aku kembali merasakan hadirmu, yang tak letih menanduku menuju arah yang beriring tarian kecilmu. Di kedip mataku kau petik nada indah. Dan tak ingin aku kembali memasung purnama. Di sini, aku damai bersamamu. Peluklah aku, dan katakanlah, “musyhaf cintamu telah melekat rapat di hatiku”

Kamar Tafakkur I
17-02-12. 03:03.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar