TANYA YANG MENGIRIS LUKAKU
Maskawin 9 :
“Maafkan aku, bila bulan lima nanti aku tidak dapat memenuhi janjiku. Apapun yang terjadi, insyaAllah itu adalah yang terbaik. Karena hanya dialah yang maha menakdirkan.” (SMS-mu siang itu)
Tak ada keheningan yang aku inginkan, kecuali dalam rukuk dan sujudku. Lalu kau datang, mendendangkan sekian kalimat. Seakan kau mengubur purnama. Kau siapkan nisan kematian dari kafan yang berkelebat di matamu.
Aku mulai mencari kesantriaku.
Kesatriaku yang seakan terhujam, pelan-pelan rapuh, layu dan mengering.
Sanggupkah?
Dengan lirih aku mulai bertanya-tanya;
Siapakah dirimu sebenarnya?. Yang kini mulai mengacaukan hatiku. Memasung degub jantungku dengan paku aksaramu. Seakan kau akan meneteskan darah luka dari denyut nada nadiku.
Aku tak mengerti.
Kamar Tafakkur I, 08/0kt/11. 02:13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar