Jumat, 03 Februari 2012

KITA MENGUKIR SENJA

KITA MENGUKIR SENJA
Maskawin 8;

Ada kehadiran sapa kita, meninggi di susun rasa. Kita menerka sekian cerita dalam galau kala itu. Kau mengejarku, mengajakku menyusun sekian aksara yang kau hamburkan. Kau pun menyapa, sekian nada itu yang kau ijabahkan. Mengusung lirih aroma senja pada kuncup bibirmu ditadarus kita.
Lalu, kaupun bersandar di bahuku, melamarku dengan semat degup jantungmu yang melirih dalam dzikir cintanya. Meruas disela ayu parasmu. Merintik senyumku. Menerka wajahmu yang mulai paraskan kepasrahanmu. Kaupun menggapai arahku, dari sela tatap mataku yang membalut paras alismu, raupkan hasrat peramu cinta.
Kita mulai menjelajah
Pada arah di ruas jari kita
Ukir cahaya senja, dimula baris maghrib pada sisa ceritamu
Kini kau dan aku. Mulai meraba cahaya yang tersemat pada ruang janji kita
Dalam do’a, yang telah rundukkan cahaya langit.
Dalam nantiku aku meramu keindahanmu dalam sabdamu, yang terus ku simpan erat di laman hatiku, tenang tak ingin ku riakkan hingga semat bahtera hadir dalam ijab di kudus do’a bersyahadah sakral muhibbah.

Istana kelahiranku dan pada  pelaminan Cinta II. 09/09/11. 08:37.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar