Jumat, 03 Februari 2012

Terukir Pada Langit Biru


saat kusongsong cakrawala yang membuka tirai pagi
sambil kuretasi tipis tipis embun diputik melati
kulukis namamu pada lembaran hari
semerbak wangi rindu dalam taman hati

terukir pada langit biru
rindu yang memasungku dalam pilu nan syahdu
tertoreh gambaran senyummu
yang meleburkan wajahmu pada sukmaku
membelai ditiap sujudku bersama waktu
mendayu dalam kalbu

dan kubentangkan sungai kasih
yang selalu mengalir bagai derab tasbih

meski daun rindu berguguran disela-sela bunga sakura
namun angin cinta tetap membelai dengan mesra 
 

bersama cinta yang masih bertahta
direlung jiwa yang selalu kubalut dengan do'a
segenggam setia masih menunggumu tiba
membawa serumpun kata
yang pernah kau bawa pergi bersama biru warna langit yang mempesona

Tidak ada komentar:

Posting Komentar