UJUNG PENAKU yang RETAK
Maskawin 28
Mulai ku bariskan aroma yang kini menyayat luka, taklukkan idam sajakku yang terbunuh dari jiwa mahkotanya. Tak terintip makna. Segala menelisik retak kalimatmu, yang membentur penaku. Hinga. Susun demi cerita menyejarah pada bahasa kesunyian. Seakan jalan dana arah tak lagi menjadi perahu pertama.
Sebuah janji atas pintamu. Tuk kubariskan prasasti pada cagak kuat di matamu. Seakan menjadi retak sebelum penaku menaburkan benih saktinya. Sesampainya aku di halaman tanganmu. Aku menatap jarimu sejenak. Lalu aku diam dalam kelana fikirku. Menziarahi sekian lintang nadiku yang bergelayut di sendu asihmu.
Biar tintaku retak
Kan ku pungut jemarimu itu. Akan ku tulis sajakku pada setiap kau mengelus wajahku, dan akan ku bacakan, saat kau mengecup keningku.
Kamar Tafakkur I.
14-02-12. 08:37
Tidak ada komentar:
Posting Komentar