DENGAN CUMBU HANGATMU
PADA BASAH LADANG HATI
Maskawin 12:
Tak akan ku pungkiri, rinai cumbu yang membasahi ladang ragaku. Menggajakku kelanakan aroma kisah dan cerita
Baiatkan kerinduan pada susun saraf ini. Kau terus mengalungkan jemarimu di lenganku, dan kembali membisikkan sekian kehangatan yang menghauskan batinmu. Meski hujan yang bermusim di tubuhmu, masih merintik.
Lalu kau rebahkan tubuhmu, kala malam
Mengajakku mengitari sekian ladang yang terhampar di ladang hati ini.
Membajak keheningan menjadi symbol masa yang kian beradu dengan senyum yang berguguran dari bibirmu.
Aku tak mampu lari
Karena kakimu kini telah merapat di kakiku.
Lalu kau berbisik
“Jangan pernah pergi”
Dan akupun tetap bertandan di pohon tubuhmu, menyemat sekian do’amu yang menghaltar di keningku.
Kita pada cumbu kala itu
Dan pada jamah yang membasah pada waktunya.
Kamar Tafakkur I, 2011. (Selasa/ 09:07)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar