KALA JELMA MELINTANG DI KEJORA MALAM
Maskawin 10:
Di sana:
Kau arahkan julur bebintang pada didah dedaun. Mengiris tari cinta pada pucuknya. Dan kita membentangi pohon alif yang mengakar di zirah nadimu. Lalu kita menyerulingkan sekian asma’-asma, di tandan kejora.
Gugus yang memberling di matamu, menafsirkan ribuan bait sajak dan kalimat. Ilhamkan pinang kunang-kunang yang hinggap di jari manismu.
Lalu kita tersenyum
Sekian pelabuhan malam, mulai sepi. Menepikan sampan-sampan di ujungnya. Dan kita mulai bertandan bersama rintik embun yang meniti lirih.
Kau mengajakku berenang. Meski gigil raga kita tak lari dari peluh ini.
Lalu kau mulai menjelaskan tentang mimpimu yang terbalut pada awan di dinding langit. Meski kelambu awan telah menghilir dari musim ke detik. Walau rumah yang melengkung di telapak kakimu sedang retak dan menggaris pasir di sejadah yang basah.
Ruang Tafakkur I. [12 Oktober-2011/ 00:27]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar