Selasa, 21 Februari 2012

KU JAMAH ARIFMU

KU JAMAH ARIFMU
            Maskawin 26
Hingga kini, ku masih tak mampu mengusap wajahmu dengan irama dan kepak senyum yang ingin ku tebar di tegar ragamu. Dan biarlah ku ajarkan pada hujan, dan ku kabarkan engkau pada langit, yang sedang melamar baris angin yang membalut mesra. Ijinkan aku menuai se cawan madu beraroma  mawar dalam tari purnama, maka pasanglah slendangmu, menarilah dengan sekian dengting suara gamelan yang mengalun dari kepak sayap wajah malam. Izinkan aku menziarahi sabda-sabdamu, yang memanja bersama senandung yang terlahir atas gelakmu di sela uzlahku pada semerbak hatimu. Hingga kau kan lahirkan irama yang mendentum pada sejadah kecil yang membalut tubuhmu.
Ingin aku lafalkan halus ucapmu yang merdu, ku eja Hela nafasmu beraroma kesturi, dan syairkan  keringat tubuhmu yang  terdapati kompas arah langkahmu di sepanjang jalan yang kau telusuri. Hingga kan ku dapati engkau tetap memanja.

Kamar Tafakkur I. 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar